Home

Donasi Login Register
Read Event

Deskripsi Event

Ngopi Semalam bersama KGBN Wonosobo Edisi ke-86

Oleh:Hardini Puspa Cahyani

Halo bapak ibu guru hebat, pada kesempatan kali ini KGBN Wonosobo bekerjasama dengan SLCC PGRI Kabupaten Wonosobo melaksanakan diskusi mingguan dalam Ngopi Semalam (Ngobrol Pintar Selasa Malam). Diskusi ngopi pada tanggal 14 Februari 2023 dengan tema “Teach Like in Japan” menghadirkan narasumber keren ibu Rahmawai dari SD Nasional Kakuka dan dipandu oleh moderator ibu Rini Astuti dari SMP N 1 Selomerto. Keduanya telah tergabung dalam KGBN Wonosobo.

Apa yang ada di pikiran bapak ibu ketika mendengar kata Jepang?

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh narasumber paa diskusi Ngopi malam ini. Dan jawaban audiens pun bermacam-macam, diantaranya workaholic, doraemon, disiplin, orang pandai, sakura, penjajah, dan lain sebagianya. 

Dan bagaimana pendidikan di Jepang itu? Apakah sama dengan di Indonesia? 

 

Di Jepang, anak kecil sudah terlatih untuk makan sendiri tanpa disuapi oleh orang tuanya. Disini bukan berarti orang tua tidak perhatian  kepada anak, namun anak diberi kesempatan untuk melatih kemandirian. Anak yang merasa memiliki tanggung jawab akan melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya. Justru yang menggagalkan terkadang adalah kekhawatiran kita sebagai orang tua.

Bu Rahmawati juga mengungkapkan bahwa di SD Nasional Kakuka juga menerapkan pendidikan karakter seperti di Jepang. Murid dilatih disiplin dan mandiri sejak dini. Contoh yang paling sederhana adalah murid membawa bekal sendiri, makan sendiri, dan bertanggung jawab sendiri. Bahkan mereka terbiasa membersihkan peralatan makan mereka sendiri. 

Bagaimana kurikulum disana? Ternyata kurikulum sama dengan kurikulum sekolah yang lain, hanya saja lebih mengoptimalkan SDM di sekolah. Selain itu kerjasama yang baik antara guru dan murid juga sangat penting dalam membangun karakter anak.

Setiap kelas di SD Nasional Kakuka terdapat 1 guru kelas dan 1 asisten guru, sehingga setiap murid mendapat hak yang sama dalam belajar. Setiap anak mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhannya. Begitu juga dengan anak yang  berkebutuhuan khusus pun mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Setiap pagi, guru melaksanakan briefing pagi, sementara murid-murid didampingi oleh guru piket. Dan setiap pulang sekolah pun murid berkumpul terlebih dahulu di halaman sekolah dan dengan tertib menunggu jemputan.

Ada hal yang menarik di SD Nasional Kakuka adalah mengenai sapaan kepada guru. Murid disana memanggil guru dengan sebutan Kakak. Hal ini agar murid merasa lebih akrab dengan guru. Berkaca pada Kak Seto yang tetap awet muda, maka di SD Nasional Kakuka juga menerapkan hal ini. Bu Rahma mengatakan agar guru-guru di sana awet muda semua.

Diskusi ngopi pada malam itu sangat menarik sekali. Dengan jumlah peserta di atas 60 dan  bahkan dihadiri oleh beberapa pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo. Selain itu juga dihadiri oleh beberapa anggota KGBN dari luar Kabupaten Wonosobo. Diskusi ditutup dengan cerita dari rekan KGBN Bapak Rudy yang pernah tinggal di Jepang. Beliau juga berbagi pengalaman bagaimana kehidupan pendidikan di Jepang. 

Semoga diskusi Ngopi Semalam yang akan datang semakin menarik dan dapat mengajak guru-guru di Indonesia  untuk senantiasa berbagi dan berpraktik baik. 

Hanya di KGBN Wonosobo

Semua Murid Semua Guru

Panjang Umur Perjuangan

Sekali Merdeka, Tetap Merdeka Belajar


 

Document