Home

Donasi Login Register
Artikel
MOH. HERU SUNARKO
pada 16 July 2023 | Kelas Kemerdekaan

Memahami Pentingnya Transisi PAUD Ke SD

Transisi PAUD ke SD merupakan perjalanan penting dalam proses pendidikan anak. Perpindahan peran sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD. Anak menyesuaikan diri dengan aktivitas belajar baru. Lingkungan yang berbeda dari sebelumnya ini membutuhkan penguatan tersendiri.

Pembelajaran di SD memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibanding dengan pembelajaran yang ada di PAUD. Anak perlu dijelaskan terkait perubahan-perubahan ini, seperti jam pelajaran yang lebih banyak, interaksi dengan teman sekolah yang lebih banyak, program-program sekolah, dan lain sebagainya. Mereka perlu diajarkan untuk menghargai perbedaan tersebut dan beradabtasi dengan baik.

Melihat realitasnya di lapangan, sekolah masih melakukan praktik PPDB serta pembelajaran yang belum mencerminkan pemahaman bahwa kemampuan fondasi (kematangan sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi dasar, serta kemampuan fondasi lainnya) merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan bertahap yang dibangun sejak PAUD hingga SD  kelas awal (kelas 1 dan 2).

Selain itu juga terdapat anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan PAUD. Anak-anak tersebut tidak mendapatkan fase fondasi yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka langsung masuk di kelas 1 SD. Fase fondasi yang menjadi hak-nya tidak didapatkan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa mungkin orangtua memiliki alasan tersendiri untuk pendidikan anaknya. Mengapa anaknya tidak masuk PAUD terlebih dahulu.

Kondisi di mana anak memiliki kemampuan fondasi sebagai pembelajar sepanjang hayat merupakan anak yang "Siap Sekolah". Namun, hal ini bukan bermaksud untuk melabeli anak mana yang "siap" dan "belum siap". Mematiskan setiap anak mendapatkan hak-nya (kemampuan fondasi) merupakan tujuan pembelajaran sesungguhnya untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat di tingkat kelas manapun. Transisi PAUD ke SD adalah upaya untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya tersebut. Maka dalam prosesnya, baik anak-anak yang sudah PAUD maupun tidak dalam kelas awal tetap dibina kemampuan fondasinya. 

Berikut Praktik penguatan transisi PAUD ke SD berdasarkan modul 1.1 Miskonsepsi Kesiapan Bersekolah PAUD-SD Badan Standar Kurikulum Dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek RI 2022

  1. Tidak melakukan tes calistung saat PPDB SD
  2. Anak (serta orangtua) mengenal lingkungan belajarnya agar dapat merasa nyaman dalam berkegiatan
  3. Melakukan asesmen awal sebagai basis perancangan kegiatan pembelajaran
  4. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna
  5. Tidak melakukan tes lisan dan tes tertulis dalam melaksanakan asesmen di kelas 
  6. Menyusun informasi mengenai perkembangan anak yang penting untuk diketahui oleh orangtua murid

Memahami pentingnya transisi PAUD ke SD bagi pendidik akan berdampak pada pemahaman yang positif bahwa mereka anak yang "siap" maupun "belum siap", mengenyam pendidikan PAUD maupun tidak, sudah bisa calistung maupun belum, sama-sama harus dibina kemampuan fondasinya. 

Bagikan artikel ini :

(0) Komentar

Silakan login untuk dapat berkomentar!

Artikel Lainnya

Mengembangkan Potensi Murid Melalui Ekskul Seni
TEACHER TRAVELER'S KGB BANYUMAS
Healing di Kelas untuk Memantik Murid Belajar Aktif dan Mandiri
KGBN Siap Menyambut Alumni Guru Penggerak Angkatan #5 di JaBoTaBek
Document